Posts

Makna Dari Hari Tumpek Warige

Image
Tumpek Warige UMAT Hindu setiap enam bulan sekali selalu diingatkan betapa pentingnya melestarikan lingkungan (tumbuh-tumbuhan), melalui perayaan Tumpek Uduh atau Tumpek Pengatag atau sering juga disebut Tumpek Bubuh dan Tumpek Wariga. Tumpek Bubuh yang siklusnya datang setiap 210 hari itu kembali diperingati secara ritual oleh umat Hindu, Sabtu Kliwon Wuku Wariga ini. Prosesi ini digelar sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widi, Tuhan Yang Mahakuasa, dalam manifestasinya sebagai Dewa Sangkara, karena umat telah diberkahi tumbuh-tumbuhan sebagai sumber makanan. Di Bali, perayaan Tumpek Wariga dilakukan dalam bentuk ritual yang menggunakan bebantenan dengan materi pokok berupa bubur. Apa makna perayaan Tumpek Wariga? Dosen Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar Drs. Wayan Budi Utama, Jumat (16/4) kemarin mengatakan, secara filosofi ritual Tumpek Wariga ini sebagai ungkapan rasa syukur atas segala karunia Hyang Widhi Wasa berupa berbagai jenis makanan ...

Makna Dari Hari Tumpek Wayang

Image
wayang Upacara Tumpek Wayang jatuh setiap 6 bulan (210 hari) sekali menurut kalender Bali jatuh pada Hari Sabtu / Saniscara Kliwon Wuku Wayang. Menurut tradisi di Bali, seorang anak yang lahir pada Wuku Wayang harus melukat dengan Tirta Wayang Sapuh Leger. Tumpek wayang erat kaitannya dengan cerita Rare Kumara yang ingin dimakan oleh Batara Kala, karena Rare Kumara lahir bertepatan dengan Wuku Wayang. Dalam Cerita Wayang Lakon Sapu Leger, diceritakan Dewa Kala akan memakan segala yang lahir pada wuku wayang (menurut kalender Bali) atau yang berjalan tengah hari tepat wuku wayang. Atas petunjuk ayahandanya Dewa Siwa, Dewa Kala mengetahui bahwa Dewa Rare Kumara putra bungsu dari Dewa Siwa lahir pada wuku wayang. Pada suatu hari bertepatan pada wuku wayang, Dewa Rare Kumara dikejar oleh Dewa Kala hendak dimakannya. Dewa Rare Kumara lari kesana ke mari menghindarkan dirinya dari tangkapan Dewa Kala. Ketika tengah hari tepat, dan dalam keadaan terengah-engah kepayahan...

BI (Bank Indonesia) Luncurkan 7 Seri Pecahan Uang Rupiah Kertas dan 4 Pecahan Uang Rupiah Logam

Image
Bentuk mata Uang Indonesia sekarang Bank Indonesia (BI)  dalam waktu dekat, tepatnya 19 Desember mendatang, akan mengeluarkan satu seri uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 yang terdiri dari 7 (tujuh) pecahan uang Rupiah Kertas dan 4 (empat) pecahan uang Rupiah Logam dengan gambar pahlawan. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi, pada forum tematik Bakohumas, di Ruang Candra, Gedung Kebon Sirih Lantai 6, Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Kamis (15/12) pagi, menjelaskan uang Rupiah kertas yang akan diterbitkan terdiri dari nilai nominal Rp100.000, Rp50.0000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sedang uang Rupiah logam terdiri atas pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100. “Uang baru tersebut akan dilengkapi dengan unsur pengamanan yang lebih kuat untuk menanggulangi peredaran uang palsu. Antara lain melalui penguatan unsur pengaman antara lain dilakukan melalui  color shifting, rainbow feature, latent image, ultra violet f...

CANAKYA NITI SASTRA

Image
Makna Yang Indah Dalam CANAKYA NITI SASTRA Om swastiastu Saya hanyalah seorng manusia biasa yag tak luput dari kesalahan di dunia ini, dan saya adalah seorang yang senang akan ke indahan dan kedamaian, dimana kata kata indah terdapat dalam Weda ( Canakya Niti Sastra ) yang bisa memberikan kententraman hati kita. Semoga Sloka dan Maknanya ini dapat memberikan rasa Kebahagian dan Kedamaian didalam dunia. BAB I Sloka 16. Visadapyamrtam grahyam Amedhyadapi kancanam Nicadapyuttaman vidyam Stri-ratnam duskuladapi Artinya: Saringlah Amerta meskipun ada dalam racun, ambilah emas meskipun ada di dalam kotoran. Pelajari ilmu pengetahuan keinsyafan diri walaupun dari seorang yang masih anak-anak atau orang kelahiran rendah. Dan juga meskipun seorang wanita lahir di keluarga yang jahat dan hina, tetapi kalau ia berkelakuan mulia bijaksana ia patut diambil sebagai istri. BAB II Sloka 6. Na visvaset kumitre ca Mitre capi na visvaset Kadacit kupitam mitram ...

Sudut Pandang Ontologi Dalam Agama Hindu

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah Sudut Pandang Ontologi Dalam Agama Hindu  ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Sudut Pandang Ontologi Dalam Agama Hindu. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yag membangun demi kebaikan masa depan. Mataram...